(1) Beberapa Pakar Dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (fkui) Menyebutkan Sederet Bahaya Dari Konsumsi Al Ko Hol. (2) Mereka Menilai Dampak Tersebut Lebih Merugikan Ketimbang Menghitung Pendapatan Negara Dari Izin Edar Yang Diberikan Terhadap Sejumlah Produk Minumannya. (3) Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fkui, Murdani Abdullah, Menjelaskan, Tarif Cukai Memang Menjadi Aspek Keuntungan Material Karena Memberi Pemasukan Bagi Negara. (4) Tapi, Itu Dianggapnya Hanya Keuntungan Jangka Pendek. (5) Sedangkan Dampak Jangka Panjangnya Tidak Setahun Atau Dua Tahun. (6) “mungkin Belasan Tahun, Dan Ada Be Ban Ekonomi Yang Cukup Besar Untuk Pengobatannya,” Ujar Dia, Dalam Webinar Waspada Bahaya Minuman Ber Al Ko Hol, Rabu 10 Maret 2021.

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

(1) Beberapa pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyebutkan sederet bahaya dari konsumsi al ko hol. (2) Mereka menilai dampak tersebut lebih merugikan ketimbang menghitung pendapatan negara dari izin edar yang diberikan terhadap sejumlah produk minumannya. (3) Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Murdani Abdullah, menjelaskan, tarif cukai memang menjadi aspek keuntungan material karena memberi pemasukan bagi negara. (4) Tapi, itu dianggapnya hanya keuntungan jangka pendek. (5) Sedangkan dampak jangka panjangnya tidak setahun atau dua tahun. (6) “Mungkin belasan tahun, dan ada be ban ekonomi yang cukup besar untuk pengobatannya,” ujar dia, dalam webinar Waspada Bahaya Minuman Ber al ko hol, Rabu 10 Maret 2021.

(7) Murdani yang tergabung dalam Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu menambahkan, pada kenyataannya, konsumsi al ko hol adalah masalah kesehatan global. (8) Jumlah kematian akibat konsumsi minuman ber al ko hol dihitung sebesar tiga juta per tahun. (9) Selain itu, dia menyebutkan, ada sekitar 200 penyakit yang muncul diakibatkan oleh konsumsi al ko hol. (10) “Beban ekonomi penyakit akibat konsumsi al ko hol di dunia mencapai Rp220 triliun per tahun,” kata dokter yang sekarang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana itu. (11) Menurut Murdani, berbagai penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional dan sudah ditinjau menyebutkan bahwa konsumsi al ko hol bisa memengaruhi saluran cerna. (12) Mulai dari rongga mulut hingga usus besar, lambung, usus kecil, bahkan sampai hati semua bisa terganggu fungsinya karena konsumsi al ko hol.

Sumber: tekno.tempo.co, 11 Maret 2021 dengan beberapa penyesuaian.

49. Kata tersebut dalam kalimat ke-2 mengacu pada …
(A) sederet bahaya
(B) konsumsi al ko hol
(C) pengaruh negatif al ko hol
(D) pengaruh konsumsi al ko hol
(E) bahaya mengonsumsi al ko hol

Jawaban:

Jawaban yang benar adalah E.

Penjelasan:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rujukan adalah keterangan lanjutan mengenai suatu hal. Beberapa kata rujukan di antaranya adalah ini, tersebut, dan lain-lain. Untuk dapat menentukan acuan pada kata rujukan, kita harus membaca teks secara saksama dan memperhatikan kalimat sebelumnya. Pada teks tersebut terdapat kalimat.
(1) “Beberapa pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyebutkan sederet bahaya dari konsumsi al ko hol.”
(2) “Mereka menilai dampak tersebut lebih merugikan ketimbang menghitung pendapatan negara dari izin edar yang diberikan terhadap sejumlah produk minumannya.”

Berdasarkan kutipan tersebut, kata tersebut dalam kalimat ke-2 mengacu pada bahaya mengonsumsi al ko hol.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan E.
 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment