Apa Bedanya Polisemi Dan Homonim?

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

Apa bedanya polisemi dan homonim?

Jawaban:

Polisemi merupakan bentuk bahasa yang memiliki lebih dari satu makna, sedangkan homonim merupakan bentuk bahasa yang memiliki lafal dan ejaan yang sama, tetapi berbeda makna.

Penjelasan:

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), polisemi berarti bentuk bahasa yang bermakna lebih dari satu.

Contoh polisemi sebagai berikut.
1. Ibu membeli buah apel di pasar.
2. Ibu sangat menyayangi Rima karena Rima merupakan buah hati satu-satunya.

Pada kalimat di atas, kata “buah” memiliki dua makna yang berbeda. Pada kalimat pertama, kata “buah” berarti bagian tumbuhan yang berasal dari bunga dan putik. Adapun kata “buah” pada kalimat kedua berarti anak kesayangan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), honomin merupakan kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan.

Contoh homonim sebagai berikut.
1. Bisa ular sangat beracun.
2. Ardi bisa mengerjakan soal UAS dengan mudah.

Pada kedua contoh di atas, kata “bisa” merupakan homonim karena bersumber pada dua hal yang berlainan. Kata “bisa” pada kalimat pertama berarti zat beracun yang berasal dari ular, sedangkan kata “bisa” pada kalimat kedua berarti “dapat atau mampu”.

Dengan demikian, polisemi merupakan bentuk bahasa yang memiliki lebih dari satu makna, sedangkan homonim merupakan bentuk bahasa yang memiliki lafal dan ejaan yang sama, tetapi berbeda makna.

 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment