apakah ada perbedaan antara emulsi, buih dan gel?berikan contohnya

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas persoalan berikut ini

 

Soal:

apakah ada perbedaan antara emulsi, buih dan gel?berikan contohnya

 

Jawaban:

Emulsi adalah sebutan untuk partikel cair
yang terdispersi dalam partikel cair.
Emulsi terbentuk apabila partikel cair tidak
saling melarutkan. Emulsi terbentuk karena
adanya emulgator/pengemulsi yang
menstabilkan campuran.

Buih adalah sebutan untuk partikel gas yang
terdispersi dalam partikel cair.
Buih terbentuk karena adanya pembuih yang
menstabilkan campuran, misalnya sabun,
detergen dan protein.
Buih terbentuk dari zat cair yang
mengandung pembuih yang dialiri gas

Gel adalah sebutan untuk partikel cair yang
terdispersi dalam partikel padat.
Gel terbentuk dari sol liofil yang zat
terdispersinya mengadsorpsi medium dispersi.
Gel disebut juga koloid setengah kaku,
karena sifatnya cair namun agak padat.

 

Penjelasan:

Emulsi

Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut emulsi. Syarat terjadinya emulsi ini adalah dua jenis zat cair itu tidak saling melarutkan. Emulsi dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu emulsi minyak dalam air (M/A) dan emulsi air dalam minyak (A/M). Dalam hal ini, minyak diartikan sebagai semua zat cair yang tidak bercampur dengan air.

Contoh emulsi minyak dalam air (M/A): santan, susu, kosmetik pembersih wajah (milk cleanser) dan lateks.

Buih adalah sebutan untuk partikel gas yang
terdispersi dalam partikel cair.
Buih terbentuk karena adanya pembuih yang
menstabilkan campuran, misalnya sabun,
detergen dan protein.
Buih terbentuk dari zat cair yang
mengandung pembuih yang dialiri gasBuih

Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut buih. Seperti halnya dengan emulsi, untuk menstabilkan buih diperlukan zat pembuih, misalnya sabun, deterjen, dan protein. Buih dapat dibuat dengan mengalirkan suatu gas ke dalam zat cair yang mengandung pembuih

Buih digunakan pada berbagai proses, misalnya buih sabun pada pengolahan bijih logam, pada alat pemadam kebakaran, dan lain-lain. Adakalanya buih tidak dikehendaki. Zat-zat yang dapat memecah atau mencegah buih, antara lain eter, isoamil alkohol

Gel

Koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair). Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsorpsi medium dispersinya, sehingga terjadi koloid yang agak padat.

Contoh: agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan gel silika

 

Semoga jawaban atau penjelasan diatas dapat membantu kawan kawan ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

Leave a Comment