Bacalah Teks Berikut Untuk Menjawab Soal Nomor 7-9!

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 7-9!

lidakkah kau perhatikan bagaimana sesungguhnya dia seperti ulat? Merayapi dahan-dahan, untuk kemudian berpesta daun segar. Pakaian-pakaian bagus dan mahal yang dikenakan bagai bulu-bulu halus yang menghiasi permukaan kulit ulat, tampak indah namun bikin gatal. Setiap omongan besarnya tak lebih dari koto-ran yang muncrat ketika ulat kena injak, hijau-pekat dan menjijikkan!

Tidakkah kau perhatikan bagaimana sesungguhnya dia seperti ulat? Oh, tentu bukan ulat tanduk hijau berhias garis putih-hitam yang menggemaskan dan sering kau akrabi di tegal itu. Bukan! Dialah ulat yang merayapi dahan-dahan kecil sepertimu. Setiap dahanmu menyembul tunas-tunas baru, dia datang memamahnya hingga lumat, dan kau menjelma dahan gundul tak berdaya, diam kaku menunggu musim kembali tiba. Sudah berapa banyak peluh kuning kau peras lalu dia sesap?
(Sumber: Cerpen “Ulat Daun Emas” karya Muna Masyari)

9. Majas yang dominan dalam teks cerita pendek tersebut adalah .. ..
(A) litotes
(B) metafora
(C) eufimisme
(D) metonimia
(E) pleonasme

Jawaban:

Jawaban untuk soal ini adalah B.

Penjelasan:

Majas adalah jenis bahasa indah yang dimodifikasi meningkatkan struktur kalimat yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh efek tertentu untuk menciptakan kesan imajinatif untuk penyimak atau pendengar, baik secara lisan maupun tertulis. Secara singkat majas dapat diartikan sebagai gaya bahasa.

Majas perbandingan terbagi menjadi beberapa macam:
1. Majas eufimisme adalah pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
2. Majas metafora termasuk majas perbandingan. Majas metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan kata pembanding untuk mewakili hal lain atau bukan yang sebenarnya mulai dari bandingan benda fisik, sifat, ide, atau perbuatan lain.
3. Majas Metonimia adalah pengungkapan kata menggunakan nama barang bagi sesuatu yang lain yang berkaitan erat.
4. Majas litotes adalah ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
5. Majas pleonasme adalah menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Berdasarkan penjelasan di atas, majas yang dominan dalam teks cerita pendek tersebut adalah metafora. Dahan adalah metafora rakyat, dimana rakyat disimbolkan sebagai dahan yang tidak berdaya ketika ulat merayapinya hingga lumat. Ulat adalah metafora penguasa yang selalu merayapi dahan (rakyat). Hal tersebut diperkuat oleh kutipan kalimat yang berbunyi “Tidakkah kau perhatikan bagaimana sesungguhnya dia seperti ulat? Oh, tentu bukan ulat tanduk hijau berhias garis putih-hitam yang menggemaskan dan sering kau akrabi di tegal itu. Bukan! Dialah ulat yang merayapi dahan-dahan kecil sepertimu. Setiap dahanmu menyembul tunas-tunas baru, dia datang memamahnya hingga lumat, dan kau menjelma dahan gundul tak berdaya, diam kaku menunggu musim kembali tiba.”

Dengan demikian, jawaban untuk soal ini adalah B.

 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment