Jelaskan ciri-ciri kebudyaan masa Neolithikum !

Halo kawan kawan,
Mari kita bahas persoalan berikut ini

Soal:

Jelaskan ciri-ciri kebudyaan masa Neolithikum !

Jawaban:

Ciri kebudayaan masa Neolitikum pada umumnya adalah bercirikan kehidupan yang sudah modern dan pola kehidupan yang sudah menetap dengan diterapkannya sistem produksi makanan.

Penjelasan:

Dalam kehidupan manusia, perkembangan zaman batu yang dapat dikatakan paling penting adalah zaman batu baru atau zaman neolitikum. Zaman neolitikum dapat dikatakan sebagai zaman batu muda. Pada zaman neolitikum telah terjadi revolusi kebudayaan . Revolusi kebudayaan yaitu terjadinya perubahan pola hidup manusia, dari food gathering digantikan dengan pola food producing. Hal tersebut seiring dengan terjadinya perubahan jenis pendukung kebudayaannya. Pendukung kebudayaan zaman batu baru adalah jenis Homo-sapiens. Homo-sapiens mulai mengenal bercocok tanam dan beternak sebagai proses untuk menghasilkan atau memproduksi bahan makanan. Mereka mulai mengembangkan hidup bermasyarakat dengan cara bergotong royong. Secara garis besar, hasil kebudayaan yang terkenal di zaman neolitikum dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu sebagai berikut.

a. Kebudayaan Kapak Persegi
Kapak persegi adalah kapak yang berbentuk memanjang dengan penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Kapak persegi kebanyakan terbuat dari batu api yang kuat atau kalsedon. Pemberian nama kapak persegi ini berasal dari Van Heine Geldern . Ada berbagai ukuran, yang besar yaitu beliung atau cangkul, sedangkan yang kecil yaitu tarah atau tatah untuk mengerjakan kayu. Pemakaiannya tidak lagi digenggam , tetapi telah menggunakan tangkai kayu sehingga memberikan kekuatan yang lebih besar. Kapak-kapak persegi ini terutama ditemukan di Indonesia bagian barat, yaitu di Sumatra, Jawa, dan Bali. Di Indonesia bagian timur juga ditemukan kapak persegi, yaitu di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan sedikit di Kalimantan.

b. Kebudayaan Kapak Lonjong
Kapak lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur. Pada ujungnya yang lancip ditempatkan tangkai, kemudian diikat menyiku. Bahan yang digunakan untuk membuat kapak lonjong adalah batu kali yang berwarna kehitaman. Ada dua macam kapak lonjong, yaitu kapak lonjong yang besar disebut walzenbeil, banyak ditemukan di Irian sehingga sering dinamakan neolitikum Papua dan kapak yang kecil disebut kleinbeil, banyak ditemukan di Kepulauan Tanimbar dan Seram. Selain kapak lonjong tersebut ada kapak lonjong yang dibuat lebih indah dan hanya digunakan sebagai alat upacara. Penemuan kapak lonjong di Indonesia terbatas hanya di Indonesia bagian timur, yaitu di Sulawesi , Sangihe Talaud, Flores, Maluku, Tanimbar, Leti, dan Papua. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Van Heekem dan W.F. van Beers yang mengatakan bahwa di Kalumpang (Sulawesi Utara) sudah terjadi perpaduan antara tradisi kapak persegi dan kapak lonjong.

 

Semoga jawaban atau penjelasan diatas dapat membantu kawan kawan ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment