Jelaskan Islamisasi Dan Silang Budaya Di Nusantara !

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

Jelaskan Islamisasi dan silang budaya di nusantara !

Jawaban:

Proses Islamisasi dilakukan melalui kegiatan perdagangan, melalui perkawinan, melalui politik, dan melalui kesenian sedangkan silang budaya terjadi antara budaya Islam yang baru saja masuk dengan budaya yang telah mendominasi Indonesia sebelumnya yaitu budaya Hindu-Buddha dan nenek moyang.

Penjelasan:

Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M di bawa oleh para pedagang dari Timur Tengah, dan berkembang memasuki kerajaan pada abad ke-13 M, ditandai dengan berdirinya Kerajaan Samudera Pasai.

Proses Islamisasi dilakukan melalui :

– Melalui Perdagangan : dengan letak geografis yang strategis Kepulauan Indonesia menjadi jalur pelayaran perdagangan dunia, sehingga banyak pedagang Gujarat, Arab, dan Persia yang menjalin hubungan di Kepulauan Indonesia.

– Melalui Perkawinan : pedagang Islam biasanya tinggal dalam daerah tertentu dalam waktu yang cukup lama, sehingga banyak pedagang Islam menikah dengan penduduk pribumi.

– Melalui Politik : setelah agama Islam diterima oleh kerajaan, akan berdampak pada bergesernya kepercayaan pengikut kerajaan tersebut, sehingga banyak kerajaan-kerajaan yang berkembang dengan kepercayaan dan kebudayaan Islam.

– Melalui Kesenian : para penyiar Islam menggunakan wahana kebudayaan sebagai sarana penyebaran Islam di Kepulauan Indonesia.

Masuknya Islam ke Indonesia yang sebelumnya telah di dominasi oleh kebudayaan Hindu-Buddha dan budaya nenek moyang yang menghasilkan silang budaya yaitu :

– Masjid dan Menara : seni bangunan Islam yang menonjol adalah masjid, dan masjid sendiri bermakna tempat bersujud. Di Indonesia masjid memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Atapnya berupa atap tumpang, tidak ada menara yang berfungsi sebagai tempat mengumandangkan adzan, masjid umumnya didirikan di tempat strategis.

– Makam : pada umumnya, makam yang lokasinya di atas bukit adalah makam yang paling dihormati.

– Seni Ukir : seni Ukir di Indonesia pada zaman perkembangan Islam tidak diperbolehkan, ini mengakibatkan kurang berkembangnya seni ukir di zaman madya. Walaupun begitu, para seniman terus berinovasi dan melahirkan motif-motif seni baru. Contoh seni ukir yang sampai sekarang masih ada adalah seni ukir pada gapura, masjid dll.

– Aksara dan Seni Sastra : Perkembangan dan tersebarnya Islam di Kepulauan Indonesia membawa pengaruh terhadap aksara atau tulisan. Disamping pengaruh sastra Islam dan Persia, perkembangan sastra tidak terlepas dari pengaruh budaya sebelumnya, hal ini mengakibatkan terjadinya akulturasi budaya. Dilihat dari corak dan isinya, ada beberaoa jenis seni sastra seperti: Hikayat, Babad, Syair, Suluk.

– Kalender : Sistem kalender juga mengalami akulturasi budaya antara kebudayaan Pra-Islam dan kebudayaan Islam.

Dengan demikian, proses Islamisasi dilakukan melalui kegiatan perdagangan, melalui perkawinan, melalui politik, dan melalui kesenian sedangkan silang budaya terjadi antara budaya Islam yang baru saja masuk dengan budaya yang telah mendominasi Indonesia sebelumnya yaitu budaya Hindu-Buddha dan nenek moyang.

 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment