Kebakaran Hutan Dan Lahan Terutama Pada Lahan Gambut Sering Dialami Indonesia. Sepuluh Tahun Terakhir1 Indonesia Menempati Urutan Ketiga Dunia Dalam Hal Pencemaran Udara Akibat Pembakaran Hutan, Di Mana Seb~lumnya Menempati Urutan Ke-25. Menurut United Nations Environment Programme (unep) Posisi Pertama Dan Kedua Ditempati Brasil Dan Kongo. Indonesia Mengalami Deforestasi Dengan Jumlah Penyusutan Hutan Mencapai 1,1 Juta Ha (2o/o Per Tahun) Dari Luas Total 130 Juta Ha Akibat Kebakaran Hutan (zufrizal, 2015). Kebakaran Hutan Dan Lahan Menimbulkan Kerugian Secara Materiil Maupun Non Materiil. Kebakaran Hutan Terakhir Di Indonesia Terjadi Pada September 2015. Pemerintah Dalarn Menangani Ke.bakaran Hutan Masih Dirasa Belum Mell’liliki Resolusi Kebijakan Jangka Panjang Untuk Menangani Kebakaran Yang Hampir Setiap Tahun Terjadi. Penanggulangan Kebakaran Yang Ada Ma~jb Berkutat Seputar Teknis Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran.

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

Kebakaran hutan dan lahan terutama pada lahan gambut sering dialami Indonesia. Sepuluh tahun terakhir1 Indonesia menempati urutan ketiga dunia dalam hal pencemaran udara akibat pembakaran hutan, di mana seb~lumnya menempati urutan ke-25. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP) posisi pertama dan kedua ditempati Brasil dan Kongo. Indonesia mengalami deforestasi dengan jumlah penyusutan hutan mencapai 1,1 juta ha (2o/o per tahun) dari luas total 130 juta ha akibat kebakaran hutan (Zufrizal, 2015). Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kerugian secara materiil maupun non materiil. Kebakaran hutan terakhir di Indonesia terjadi pada September 2015. Pemerintah dalarn menangani ke.bakaran hutan masih dirasa belum mell’liliki resolusi kebijakan jangka panjang untuk menangani kebakaran yang hampir setiap tahun terjadi. Penanggulangan kebakaran yang ada ma~jb berkutat seputar teknis pencegahan dan pemadaman kebakaran.

Kebakaran dapat terj13di jika tersedia oksigen, sumber penyulut, bahan bakar menghasilkan karbondioksida, panas, dan partikel koloid lain. Berkaitan dengan hal tersebut, kejadian kebakaran hutan dan lahan gambut yang sering terjadi disebabkan karena terdapatnya sumber penyulut dan bahan bakar di alam. Sumber penyulut kebakaran hutan ini adalah adanya perubahan karakteristik kependudukan yang memicu terjadinya pembakaran lahan secara sengaja untuk dimanfaatkan dalam berbagai kepentingan. Kebakaran di bagian permukaan pada Ia han gambut memiliki kecepatan yang sangat tinggi yaitu sebesar 502,5 kg/m2.

Kebakaran lahan gambut dapat terjadi dengan mudah ketika lahan gambut berada dalam kondisi kering. Lahan gambut dapat kering secara alami ataupun karena dikeringkan dengan cara pembuatan kanal-kanal yang mengalirkan air dari rawa gam but ke sungai. Kebakaran lahan gam but yang terjadi secara alami tidak berbahaya dan terjadi pada musim kemarau dengan dampak kebakaran yang sangat kecil. Kebakaran hutan yang terjadi secara alami bahkan dapat memberikan dampak yang positif karen a dapat mengurangi spesies keanekaragaman hayati yang terlalu dominan sehingga terjadi keseimbangan ekosistem di hutan atau lahan gambut.

Proses kebakaran lahan gambut diawali adanya penyulutan api yang menyebabkan api bergerak ke segala arah. Kebakaran yang terjadi di bag ian permukaan sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Jika kecepatan an gin tinggi maka kebakaran yang terjadi juga akan semakin besar dan dapat memicu kebakaran tajuk. Bagian dari pohon yang terbakar dapat diterbangkan angin dan jatuh ke tempat baru sehingga memicu kebakaran di lokasi lain. Semakin rendah kadar air pada gambut maka akan semakin cepat laju pembakarannya. Kebakaran gambut masih bisa terjadi pada kadar air 119% yang merupakan kadat air kritis kebakaran gambut. Tingkat dekomposisi gambut juga mempengaruhi keterbakaran gambut, semakin matang gambut Uenis saprik) semakin sulit terbakar dibandingkan dengan jenis gambut yang belum matang Uenis fibrik dan hemik). Tinggi muka air akan mempengaruhi kadar air gambut, sementara curah hujan mempengaruhi tinggi muka air lahan gambut.
(dikutip dari https://osf.io/vabq3/download)

Berdasarkan paragraf pertama, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?
A. Pemerintah memiliki kebijakan jangka panjang untuk penanganan kebakaran hutan 2.446.352
B. Penanganan kebakaran hutan hanya berkutat pada teknis pencegahan dan pemadaman.
C. Kongo adalah negara dengan jumlah kebakaran hutan terbanyak di dunia.
D. Indonesia masih bertahan di urutan ke-25 dalam hal jumlah kebakaran hutan.
E. Kebakaran hutan di Indonesia terakhir terjadi pada Oktober 2015.

Jawaban:

Jawaban untuk soal ini adalah B.

Penjelasan:

Informasi adalah pesan atau sekumpulan pesan berupa data atau fakta yang disampaikan kepada penerimanya dalam bentuk tulis atau lisan. Penyampaian informasi dapat disampaikan secara tersirat atau tersurat.

Cara menemukan informasi pada sebuah teks, yaitu:
1) membaca judul teks,
2) membaca dan memahami setiap kalimat,
3) menemukan kalimat utama dan gagasan utama paragraf,
4) menemukan kata kunci di setiap paragraf,
5) menyusun informasi sesuai dengan kata kunci, dan
6) mencocokkan informasi yang didapat dengan isi paragraf.

Berdasarkan penjelasan tersebut, pernyataan yang benar tentang lahan gambut pada paragraf (1) adalah “Penanganan kebakaran hutan hanya berkutat pada teknis pencegahan dan pemadaman.” Hal tersebut sesuai dengan informasi pada teks di atas, yaitu “Penanggulangan kebakaran yang ada hanya berkutat seputar teknis pencegahan dan pemadaman kebakaran.”

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.

 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment