Perguruan Tinggi Umumnya Menempatkan Diri Sebagai Pembelajar Yang Dapat Menyesuaikan Zaman Dan Berbanding Lurus Kemudian Dengan Keahliannya Memahami Teknologi Dengan Sistem Dan Teknologi Yang Mendukung Pembelajaran Maupun Berorganisasi.

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

Perguruan tinggi umumnya menempatkan diri sebagai pembelajar yang dapat menyesuaikan zaman dan berbanding lurus kemudian dengan keahliannya memahami teknologi dengan sistem dan teknologi yang mendukung pembelajaran maupun berorganisasi.

“Pembelajaran online ini tidak membuat saya memahami materi sepenuhnya. Sebab kalau di rumah kadang kuota habis, terus bantuin orang tua yang mengakibatkan fokus terbagi, atau malah jadi tidak paham dengan pelajarannya. Guru sering ganti jadwal dadakan, tanpa pertimbangan weekend. Tiba-tiba ada tugas tanpa ada penjelasan materi. Bahkan di banyak pelajaran banyak yang tidak siap dengan online. Misalnya bahasa Jawa, Ekonomi, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan Geografi,” kata Annida, pelajar kelas 11 sekolah menengah atas.

Pernyataan Annida yang mengatakan bahwa terkadang ada sistem yang tidak dia mengerti menambah perhatian akan pembelajaran yang berlangsung. Dirinya mengungkapkan kebingungannya tentang pelajaran tertentu yang menerapkan sistem deadline pada tugasnya dengan menggunakan g-form. Hal ini menjadikannya panik akan hasil nilai yang diperolehnya kemudian. Pi lihan “berulang kali mengisi g-form demi mendapatkan kepastian” ia ambil demi menyelamatkan hasil nilainya. Lebih lanjut dia berujar bahwa akan diadakan UKK (Ujian Kenaikan Kelas) yang di lakukan secara online pada tanggal 20 April mendatang.

Annida merigambil peminatan ilmu-ilmu sosial dengan mata pelajaran identitasnya ekonomi dan geografi. Yang menjadi keluhannya adalah kedua mata pelajaran ini tidak mengadakan kelas online dan menggantinya dengan tugas. Dari tugas tersebut banyak kebingungan yang dijumpai. Apalagi untuk memahami bahasan ekonomi yang berisi hitungan dan akuntansi dasar. “Lebih enak kelas langsung kalau menurut saya.” Agaknya melalui di lema yang dirasakan Annida ini bisa menjadi sebuah perhatian bagi tenaga pendidik dan seluruh civitas akademika untuk lebih matang dalam mengonsep penyampaian pembelajaran. Hal ini tidak lain dan tidak bukan demi tujuan mulia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski di tengah pandemi yang mengancam nyawa ini, selama masih bisa memanfaatkan teknologi dengan maksimal maka ilmu harus tetap tertransfer dengan baik.

43. Maksud kalimat “berulang kali mengisi g-form demi mendapatkan kepastian” pada paragraf 3 adalah …
(A) terpaksa mengisi g-form untuk mendapatkan nilai
(B) salah satu tugas sekolah tentang g-form
(C) penggunaan teknologi untuk mempermudah pembelajaran
(D) perjuangan pengisian form berkali-kali karena jaringan buruk
(E) kekurangan pembelajaran online dalam pengisian g-form

Jawaban:

Jawaban untuk soal ini adalah E.

Informasi adalah pesan atau sekumpulan pesan berupa data atau fakta yang disampaikan kepada penerimanya dalam bentuk tulis atau lisan. Penyampaian informasi dapat disampaikan secara tersirat atau tersurat.

Cara menemukan informasi pada sebuah teks, yaitu:
1) membaca dan memahami setiap kalimat,
2) menemukan kalimat utama dan gagasan utama paragraf,
3) menemukan kata kunci di setiap paragraf,
4) menyusun informasi sesuai dengan kata kunci, dan
5) mencocokkan informasi yang didapat dengan paragraf.

Penjelasan:

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.
 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment