Sandhangan kang digunakake kanggo ngganteni aksara sigeg (mati) yaiku

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas persoalan berikut ini

 

Soal:

Sandhangan kang digunakake kanggo ngganteni aksara sigeg (mati) yaiku…

Jawaban:

pangkon

Penjelasan:

Sandhangan dalam aksara Jawa dapat diartikan sebagai tanda baca. Sandhangan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1. Sandhangan swara untuk mengubah bunyi vokal. Terdiri dari wulu (i), suku (u), pepet (e seperti pada kata ‘semut’), taling (e seperti pada kata ’ember’) dan taling tarung (o).
2. Sandhangan panyigeg wanda untuk menutup suku kata dengan konsonan. Terdiri dari wignyan (h), layar (r), cecak (ng), dan pangkon (paten, kanggo mateni huruf liyane h, r, lan ng)
3. Sandhangan wyanjana untuk menyisipkan konsonan di tengah suku kata. Terdiri dari cakra (menyisipkan -ra seperti pada kata ‘kraton’), cakra keret (menyisipkan -re seperti pada kata ‘trenyuh’), pengkal (menyisipkan -ya seperti pada kata ‘kyai’).

Oleh karena itu, sandhangan kang digunakake kanggo ngganteni aksara sigeg (mati) yaiku ‘pangkon’.

 

 

Semoga jawaban atau penjelasan diatas dapat membantu kawan kawan ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment