Seiring Berkembangnya Teknologi Informasi Dan Komunikasi, Peta Digital Makin Akrab Digunakan Oleh Masyarakat Dalam Kehidupan Sehari-hari. Peta Digital Dengan Mudahnya Berada Dalam Genggaman Tangan, Baik Melalui Penggunaan Gps (global Positioning System) Handheld, Gps Yang Dipasang Di Mobil, Maupun Telepon Pintar (smartphone) Serta Komputer Tablet. Secara Umum, Pada Saat Ini Peta Digital Sebagai Alat Navigasi Telah Dimanfaatkan Dengan Optimal, Mulai Dari Berbagai Lokasi, Menelusuri Lokasi, Menghindari Kemacetan, Hingga Mempromosikan Objek Menarik Untuk Dikunjungi. Kebanyakan Peta Digital Sekarang Ini Yang Makin Populer Digunakan Adalah Untuk Kepentingan Navigasi (petunjuk Arah), Sehingga Kelengkapan Informasinya Lebih Diutamakan Daripada Ketelitian Posisinya. Kesalahan Dengan Kisaran 5-10 Meter Tentu Tidak Akan Berakibat Fatal Untuk Penggunaan Umum Seperti Ini, Asalkan Informasi Yang Ditampilkannya Lengkap, Baik Itu Jaringan Jalannya Yang Mencakup Sampai Ke Gang-gang Sempit Maupun Fasilitas Seperti Atm Dan Spbu. Selain Untuk Kepentingan Awam Sehari-hari, Peta Digital Merupakan Bentuk Informasi Geospasial Sebenamya Yang Sangat Diperlukan Untuk Proses Pembangunan. Proses Perencanaan Yang Benar Tentunya Harus Didasarkan Path Informasi Kewilayahan Yang Akurat Dan Dapat Dipertanggungjawabkan, Kegiatan Seperti Penanggulangan Bencana Dari Mulai Mitigasi, Respons Cepa T Sampai Dengan Rehabilitasi/rekonstruksi Memerlukan Peta Yang Cukup Rinci. Proses Pembangunan Yang Tidak Digunakannya Atau Tidak Tersedianya Peta Yang Memadai.

Halo kawan kawan,

Mari kita bahas soal berikut ini

 

Soal:

Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, peta digital makin akrab digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peta digital dengan mudahnya berada dalam genggaman tangan, baik melalui penggunaan GPS (Global Positioning System) handheld, GPS yang dipasang di mobil, maupun telepon pintar (smartphone) serta komputer tablet. Secara umum, pada saat ini peta digital sebagai alat navigasi telah dimanfaatkan dengan optimal, mulai dari berbagai lokasi, menelusuri lokasi, menghindari kemacetan, hingga mempromosikan objek menarik untuk dikunjungi. Kebanyakan peta digital sekarang ini yang makin populer digunakan adalah untuk kepentingan navigasi (petunjuk arah), sehingga kelengkapan informasinya lebih diutamakan daripada ketelitian posisinya. Kesalahan dengan kisaran 5-10 meter tentu tidak akan berakibat fatal untuk penggunaan umum seperti ini, asalkan informasi yang ditampilkannya lengkap, baik itu jaringan jalannya yang mencakup sampai ke gang-gang sempit maupun fasilitas seperti ATM dan SPBU. Selain untuk kepentingan awam sehari-hari, peta digital merupakan bentuk informasi geospasial sebenamya yang sangat diperlukan untuk proses pembangunan. Proses perencanaan yang benar tentunya harus didasarkan path informasi kewilayahan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, kegiatan seperti penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, respons cepa t sampai dengan rehabilitasi/rekonstruksi memerlukan peta yang cukup rinci. Proses pembangunan yang tidak digunakannya atau tidak tersedianya peta yang memadai.

Ketesediaan peta digital saat ini tidak lepas dari perkembang teknologi geospasial, di antaranya teknologi pengindraan jauh, sistem informasi geografis, dan GPS yang dimanfaatkan dalam kegiatan survei dan pemetaan. Teknologi pengindraan jauh dengan menggunakan satelit penginderaan jauh (aktif atau pasif) maupun pemotretan udara memiliki kemampuan merekam atau memotret objek atau fenomena di bumi ini tanpa kontak langsung dergan objek atau fenomena yang diindranya. Hasilnya berupa citra satelit atau foto udara yang menggambarkan objek di bumi. Selain itu, dari data hasil pengindraan tersebut dapat pula diperoleh informasi ketinggian, baik berupa data Digital Terrain Model (DTM), kontur maupun titik tinggi. Kegiatan survei dan pemetaan yang dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta melahirkan tumpang tindih data dan kebingungan dalam menentukan data yang menjadi acuan bersama. Kebutuhan akan adanya satu referensi tunggal yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan makin terasa ketika peta digital dimanfaatkan sebagai alat bantu perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan pembangunan.

Toleransi akurasi 5 meter dalam penggunaan peta dignal untuk navigasi masa, dapat diterima deb pengguna. Man tetapi, pergeseran 5 meter dalam sebuah perencanaan pembangunan berdampak fatal, misalnya dalam penentuan pemindahan areal permukiman pada kawasan 5 meter sempadan sungai. Tumpang tindih Izin pemanfaatan ruang makin terlihat dampaknya dalam pembangunan jika berbagai data yang disusun sehap plhak tanpa adanya satu acuan sebagai data dasarnya. Untuk diperlukan satu referensi geospasial yang dapat (buena nggungjawabkan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa perencanaan melalui pengesahan Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial yang setelah melewab masa transisi selama 3 tahun, maka undang-undang temang informasi geospasial ini mulai berlaku secara penuh pada 21 April 2014 ini.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pernerintah yang bertanggungjawab dalam pengaturan penyelenggaraan IntormasiGeospasial (IG) berkewajiban menjalankan amanat undang-uidang ini, yaltu menjamin ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan,mewujudkan kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerja sama, koordinasi, integasi, dan sinkronisasi mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan,dan kehid

Jawaban:

Jawaban yang tepat adalah pilihan B.

Penjelasan:

Simpulan yang sesuai dengan isi teks merupakan simpulan yang memiliki makna yang sama dengan teks atau terdapat di dalam teks. Kesamaan tersebut terdapat baik secara tersirat maupun tersurat bergantung dari makna kalimat yang dihasilkan. Kesesuaian simpulan dapat ditentukan dengan membandingkan antara opsi dan teks yang tertera.

Teks tersebut membahas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menghadirkan peta digital. Simpulan yang sesuai dengan teks tersebut adalah “BIG mengemban amanat undang-undang yang harus dilaksanakan.” Hal tersebut sesuai dengan kalimat “Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pernerintah yang bertanggungjawab dalam pengaturan penyelenggaraan IntormasiGeospasial (IG) berkewajiban menjalankan amanat undang-uidang ini ….”

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan B.
 

Semoga jawaban dan penjelasan diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah ini.

 

Salam sukses selalu

 

Leave a Comment